Anak Jadi Agresif Karena Pola Pengasuhannya?


Anak kecil berkelakuan nakal memang dianggap wajar. Namun bila nakalnya sudah sangat keterlaluan, Anda jangan lantas menyalahkan guru di sekolah atau teman sepermainannya karena perubahan sikap anak.

Dalam sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa anak yang secara tiba-tiba menjadi sangat nakal biasanya disebabkan orang tua mereka yang melakukan pengasuhan buruk terhadap anak, seperti emosi atau marah didepan anak sejak masih bayi.

Para peneliti melakukan penelitian terhadap 260 ibu dan anaknya sejak lahir hingga anak duduk dikelas 1 SD. Para partisipan dipilih dari para ibu yang menerima pelayanan kesehatan di sebuah klinik umum dari rentan tahun 1975 hingga 1977.

“Kami mengukur bagaimana orang tua memberikan pengasuhan negatif terhadap anak-anak mereka, seperti saat mereka menunjukkan kemarahan atau emosi pada anaknya di waktu makan bersama. Tak hanya itu, kami juga mengamati perilaku positif dari orangtua kepada anak, seperti memeluk dan mencurahkan kasih sayang,” ungkap Michael Lorber dari New York University.

Selama masa penelitian, para peneliti melakukan observasi dengan melihat watak bayi dan bagaimana bayi diasuh antara usia satu minggu dan enam bulan. Lalu, ketika anak sudah beranjak usia 3 tahun, peneliti melihat sikap ibu terhadap anaknya saat membantu anak menyelesaikan pekerjaan sekolah. Terakhir, ketika anak masuk SD, peneliti menanyakan ibu dan staf pengajar di sekolah terhadap kelakuan anak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang berkelakuan sangat nakal, agresif dan pemarah, ternyata sejak duduk di bangku TK sering melihat keributan di rumah yang dilakukan kedua orangtuanya..

Orangtua, khususnya Ibu, menjadi pemicu utama anak berubah menjadi nakal. Mengingat ibu lebih sering dirumah untuk menjaga dan mendidik anak. Para peneliti juga menemukan hubungan bahwa konflik antara ibu dan balitanya diprediksi bakal menjadi masalah bagi perubahan sikap anak-anaknya.

“Ibu yang sering marah-marah atau emosi, merupakan penyebab kuat masalah perilaku di kemudian hari bagi anak,” tambahnya.

Para peneliti tak membantah jika kenakalan anak juga karena adanya penyebab eksternal, seperti genetik keluarga atau lingkungan sekitar, namun hasil penelitian ini juga tak dapat disangkal.

“Penelitian ini telah dilakukan selama lebih dari 30 tahun. Kami telah menemukan bahwa tindakan-tindakan negatif orangtua dalam masa pengasuhan, tidak hanya memprediksi masalah perilaku awal pada anak, tetapi juga 26 tahun kemudian, dimana kami melihat anak-anak yang lebih agresif dibandingkan orang dewasa,” tambahnya.

(Berbagai Sumber)

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s